Ronald Koeman Dikejar Waktu Selesaikan Setumpuk PR di Barcelona

Ronald Koeman Dikejar Waktu Selesaikan Setumpuk PR di Barcelona

Gila Bola – Setumpuk PR sudah menunggu Ronald Koeman yang akan teken kontrak dua tahun di Barcelona. Tugasnya bertambah berat, karena musim baru Liga Spanyol akan digelar kurang dari satu bulan lagi.

Setelah Quique Setien dipecat usai hasil memalukan 8-2 dari Bayern Munchen dan direktur olahraga, Eric Abidal, juga meninggalkan klub itu, Koeman hanya memiliki segelintir staf yang akan membantunya di bursa transfer musim panas ini.

Untuk datangkan pemain baru ke Camp Nou saat ini, presiden klub Josep Maria Bartomeu hanya dibantu Ramon Planes dan Koeman sendiri. Masalah keuangan yang dialami klub akibat pandemi telah mempersulit rencana transfer mereka.

Masalah lain yang mungkin akan dihadapi pelatih asal Belanda itu adalah, pernyataan yang pernah dia sampaikan tentang Barcelona dan banyaknya anggota skuad mereka saat ini yang sudah berumur. Meski demikian, hal itu kemungkinan akan menjadi indikasi mengenai apa yang akan dia lakukan terhadap posisi tertentu dalam skuadnya.

Berita Bola Terbaru:
Ronald Koeman Dikejar Waktu Selesaikan Setumpuk PR di Barcelona
David de Gea Kembali Tertekan, Manchester United Sodorkan Ini pada Kiper Mudanya
Juventus, Roma Bertemu di London, Bahas Pertukaran 7 Pemain
Napoli Tunggu Lamaran Manchester United Untuk Bek 1,6 Trilyun

Ronald Koeman Ubah Peran De Jong

“Penting melihatnya bermain, tapi satu hal yang bisa diperdebatkan adalah, apakah dia telah bermain di posisi terbaiknya,” tandas Koeman menjelaskan kepada Marca.

“Di Belanda, dia bermain lebih jauh, tapi kami melakukannya dengan dua poros. Sementara di Barcelona, dia hanya bermain bersama satu dan dua gelandang, kadang-kadang empat gelandang,” tambahnya.

“Posisi dia sekarang berbeda dengan posisinya di tim nasional dan Ajax, sehingga dia harus belajar lebih banyak. Itu sebenarnya tidak benar-benar buruk, tapi bagi saya posisi terbaiknya adalah lebih jauh ke belakang, dan saya pikir, kita sudah melihat penampilannya yang lebih baik dengan bermain di posisi itu,” ujar Koeman.

Lewat pernyataan itu, sangat jelas bahwa Ronald Koeman – yang pernah mengasuh Southampton dan Everton tersebut akan benahi peran De Jong di lapangan. Yakni, kepada peran yang lebih disukai gelandang muda tersebut, yang sudah dipegang Sergio Busquets dalam 10 tahun terakhir.

Jika Koeman memilih untuk mainkan pola 4-4-2, kita bisa melihat dia akan beri peran mendalam kepada dua gelandang tersebut, walaupun kita juga harus ingat bahwa Miralem Pjanic akan segera bergabung dengan skuad Blaugrana.

Kecepatan di Lini Sayap, Ansu Fati Dibandingkan Vinicius Jr

“Di atas segalanya, sebuah tim sepak bola butuh pemain yang memiliki kecepatan. Lihat saja masalah yang ditimbulkan Vinicius Jr di Barcelona. Sekarang, klub itu tak punya yang terjadi terlalu dalam dan terlihat lebih banyak menguasai bola. Saya lihat Ansu Fati juga bisa melakukannya dengan sangat baik, karena dia memiliki kecepatan dalam bermain. Kita butuh pemain seperti dia, karena sisanya hanya akan menerima bola dalam bermain,” tegas pelatih berusia 57 tahun itu.

Harapan besar di Barcelona saat ini memang Ansu Fati, dan perkembangannya di lapangan yang telah membuatnya menerobos ke skuad utama walau usianya masih sangat muda.

Kabar baik juga untuk Ronald di Koeman, di dalam diri Ansu Fati, Trincao dan Ousmane Dembele, dia memiliki tiga pemain yang seluruhnya bisa bermain dengan cepat. Pelatih yang mantan pemain bertahan Blaugrana itu menginginkan para winger berkelas dari sekolah sepak bola di negaranya, yang punya spesialisasi bermain cepat dan overlapping.

Baca:  Miralem Pjanic Ingin Menangkan Banyak Trofi Untuk Barcelona

Dia haris mengubah sebuah tim dinamis yang telah menjadi terlalu datar, dengan Lionel Messi, Luis Suarez dan Antoine Griezmann di lini serang. Koeman ingin mengembalikan intensitas di lini sayap.

Intensitas dan Kendali yang Efektif

Dalam sebuah wawancara dengan Sport pada April 2020, Koeman ungkapkan analisa rincinya mengenai bagaimana gaya permainan Barcelona harus diubah. “Saya melihat dua aspek, di antaranya intensitas. Suka atau tidak, hari ini tim-tim hebat berlaga dengan kecepatan tinggi bahkan selama 90 menit. Sulit bagi Barcelona untuk menghadapi mereka,” tandasnya dalam wawancara tersebut.

“Kita lihat pertandingan yang terkenal melawan Liverpool, tapi juga di Liga Super Spanyol melawan Atletico Madrid tahun ini,” tambah Ronald Koeman.

Menurutnya, Barca tunjukkan kepiawaiannya di lapangan selama 80 menit, tapi menjadi tak terhubung satu sama lain di 10 menit terakhir. Sementara Atletico, menurutnya, mereka bermain lebih intens dan segar, hingga skuad asuhan Diego Simeone itu berhasil mengalahkan raksasa Catalan.

“Poin kedua, mereka tidak bisa lagi mendominasi jalannya pertandingan seperti dulu. Untuk itu, Barca harus kembali tunjukkan keunggulan mereka, karena itulah bagian dari DNA mereka. Barcelona harus selalu memiliki kendali dalam bermain, tapi harus kendali yang lebih efektif,” tegasnya.

Pemain Lawas

Salah satu masalah Barca adalah, kebutuhan untuk segera membenahi tulang punggung mereka, dan ini menjadi satu hal yag disinggung Koeman dalam wawancaranya dengan Sport empat bulan lalu. “Barcelona tidak sama seperti Barca yang ada beberapa tahun silam, karena mereka tak lagi diperkuat para andalan yang mereka miliki sebelumnya,” ujar Koeman.

“Hanya Pique, Busquets dan Messi yang tetap bertahan di skuad itu, tapi sekarang kan mereka sudah berusia 30-an. Itu hukum alam, itu terjadi juga pada saya, the Dream Team di Barcelona, tim andalan Belanda tahun 1988 bersama Van Basten, Gullit and Rijkaard. Tak ada yang bertahan selamanya dan anda harus tahu bagaimana menyegarkan segalanya, bahkan anda juga harus mengerti cara untuk mendominasi kembali. Pertama, anda harus habiskan beberapa tahun di alam liar,” tambah Ronald Koeman yang membela Barcelona di era 1989 hingga 1995 itu.

Kabar Baik untuk La Masia

Satu hal penting, Koeman mengembuskan angin segar untuk para jebolan La Masia. Pasalnya, ia mengaku lebih suka bermain dengan para pemain lokal, karena mereka-lah yang tahu bagaimana seharusnya Blaugrana harus bermain. “Kecuali jika di satu posisi Anda tak punya pemain lokal yang berbakat, baru Anda mencarinya di luar klub,” ujarnya.

“Saya tidak tahu level akademi Barca saat ini, tapi Anda harus selalu mencari pemain dari sana lebih dulu, baru kemudian mencarinya ke luar negeri. Kami orang Belanda, tidak takut untuk menurunkan para pemain muda, kami sudah terbiasa dengan hal itu,” tegas Ronald Koeman.

“Saya selalu bila, saat saya punya seorang pemain berusia 30 tahun dan seorang pemain lain yang berusia 22 tahun, dengan level permainan yang sama, maka saya akan memilih  pemain berusia 22 tahun itu. Dia harus didahulukan, karena dia-lah masa depan klub. Jika mereka berkualitas di lapangan, Anda harus menurunkan pemain dari akademi,” tandasnya.

Sumber: Ronald Koeman Dikejar Waktu Selesaikan Setumpuk PR di Barcelona
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola